By | August 3, 2020

Mereka tidak cemburu atau merasa terkhianati saat orang lain mengungguli mereka. Sebaliknya, mereka menyadari bahwa setiap kesuksesan datang dengan kerja keras. Steve Jobs pernah berkata “stay hungry, keep foolish”, tetaplah lapar, tetaplah bodoh. Stay hungry maksudnya jangan cepat merasa puas terhadap pencapaian yang Anda raih. Stay silly mengandung makna tetaplah merasa bodoh sehingga kamu selalu punya etos untuk terus belajar di mana pun, kapan pun dan dari siapa pun.

Memiliki mentalitas orang sukses

Keberhasilan mencapai kesuksesan di dalam berbisnis bukan hanya dirasakan oleh diri sendiri melainkan dirasakan juga oleh orang lain. Anda harus berani mengambil resiko ketika mengambil keputusan yang sudah Anda pikirkan dengan pertimbangan yang matang. Kecerdasan emosi memegang peranan penting bagi seorang pemimpin dalam memahami kondisi riil organisasi dan lingkungan sekitar.

Alih-alih mematahkan semangat, orang-orang dengan pola pikir pengusaha sukses justru menjadikan kegagalan sebagai media untuk belajar menjadi lebih baik lagi. Sebab, sering sekali orang gagal menjalankan bisnis barunya, karena dalam muncul pikiran kegagalan. Pasalnya, pola pikir selalu menentukan dalam dunia bisnis untuk meraih kesuksesan. Seperti halnya yang dilakukan oleh penulis internasional, Tony Robbins yang mampu meraup uang hingga 6 miliar dolar Amerika Serikat mengatakan, kesuksesan ditentukan oleh 20 persen bakat dan 80 persen psikologis. Maksudnya, mindset sangat penting dalam meraih kesuksesan bukanlah sebuah omong kosong. Untuk menjadi orang sukses selanjutnya kamu harus selalu berpikir positif.

Pola pikir positif ini memandang dunia sekitar dengan dipenuhi keberlimpahan. [newline]Pardew berhasil mengangkat Palace dari zona degradasi, dan kini hanya terpisah dua strip dengan Newcastle, kesebelasan di mana mentalnya ditempa dengan keras. Di tengah tekanan tersebut, nyatanya psychological Pardew mampu menahan tekanan itu semua. Mental Pardew kembali teruji saat ia memutuskan untuk pindah ke Crystal Palace, meski tekanan di Newcastle sudah berkurang jumlahnya. Psikologis olahraga, Dr. John Bartholomew dan Dr. Esbelle Jowers dari Universitas Texas sepakat kalau atlet kelas dunia memadukan kekuatan fisik dan psychological sebagai rahasia prestasi yang mereka raih. Heppy Trenggono melakukan jemput bola dengan mendatangi kantor Gudang Garam dari pagi hingga sore. “Dengan menjadi kontraktor Gudang Garam, praktis waktu itu bank tutup mata. Berapa pun uang yang kita pinjam akan dikasih. Jadi waktu itu, bisnis saya berkembang cukup pesat,” ujar Heppy.

Itu merupakan langkah awal yang baik untuk meriah kesuksesan. Pada dasarnya, kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari punya andil dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam hidup. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengidentifikasi serta menghindari hal-hal yang bisa menghambat jalan menuju kesuksesan tersebut.

Kalau iya, pastinya sudah ada banyak miliarder jebolan dari trading forex. Pada kenyataannya, trader yang dianggap sebagai ahli di trading forex sekalipun ada kalanya salah menebak arah pergerakan harga. Namun hal ini sangatlah wajar karena seperti itulah sifat dari pasar forex, pergerakan harganya sangatvolatiledan sulit untuk diprediksi. Di trading forex, potensi keuntungan yang bisa didapatkan seimbang dengan risiko yang mungkin diterima.

Menurut mereka, memiliki objectives melatih daya tahan seorang atlet. Memiliki tujuan yang bisa ‘dikejar’ dapat memberikan dorongan dan tuntutan untuk berusaha lebih keras lagi dan lagi. Kata kuncinya ialah peluang courting hanya sekali dan sangat cepat. Dibutuhkan kecepatan pemikiran dan keahlian untuk menangkap peluang tersebut.

Ini yang membuat mental cepat down, karena tidak tahan akan tekanan tersebut. Jadi misal dalam suatu lingkungan, sering bergaul dengan anak – anak founder dan co-founder, atau anak – anak yang jadi vlogger, tidak perlu harus ikut – ikut an mereka. Tanyakan pada diri sendiri, apakah menjadi seorang founder/vlogger benar – benar hal yang diinginkan? Sementara itu, tujuan besar yang ingin kita raih tersebut harus mulai di-break down dengan apa yang ingin kita raih setiap tahun atau setiap 6 bulan. Hal ini akan menolong untuk mengevaluasi apakah perencanaan kita berjalan sesuai dengan yang direncanakan, atau justru sebaliknya.